Renungan : Sobat Setia

Renungan : Sobat Setia

 

Bacaan Alkitab Setahun : Yesaya 22-24
ren-130804-Renungan-Sobat-Setia

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yohanes 15:13).
Yohones 15 : 9 – 15

Dunia yang kita hidupi saat ini adalah dunia yang penuh dengan kompetisi. Banyak cara akan dilakukan seseorang untuk berhasil. Tidak jarang, hal tersebut akan menimbulkan banyak tekanan. Seseorang memerlukan setidaknya seorang sahabat yang dapat saling menguatkan di tengah keadaan ini. Saya senang dengan hubungan persahabatan di mana kami dapat saling berbagi beban dan saling menguatkan sehingga hidup saya pun terasa lebih ringan. Sampai suatu hari saya menyadari sebuah fakta bahwa sahabat saya tidak dapat selalu menemani selama 24 jam. Mereka pun perlu beristirahat juga.

Firman Tuhan hari ini berbicara mengenai sahabat. Kita mempunyai sahabat yang sudah teruji. Yesus adalah sahabat yang mengerti, memahami, bahkan sangat mengenal kita. Kadangkala, dalam persahabatan dengan seseorang dapat terjadi kesalahpahaman. Tetapi Yesus kita adalah sahabat yang tidak pernah salah paham dengan kita. Kitalah yang seringkali salah mengartikan akan kebaikan dan kasih-Nya. Dia adalah pribadi yang setia dan senantiasa ada, kapanpun kita mau berkomunikasi denganNya, Dia menyediakan diri-Nya.

Yesaya 59:1 berkata, “Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar.” Luar biasa bukan? Bahkan Ia adalah sahabat yang sangat mempercayai kita. “…Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”

Dipercaya oleh orang lain saja kita merasa senang apalagi kalau kita dipercaya oleh Yesus, Raja segala raja. Kasih dan kesetiaan-Nya sudah terbukti. Dia telah memberikan nyawanya untuk kita (Yohanes 15:13).

Walau kadangkala kita berubah setia dan seringkali mengecewakan-Nya, Dia tidak pernah mengecewakan kita. Dia tetap sahabat yang setia sehingga seharusnya kita perlu merasa bangga dipanggil sebagai sahabat-Nya. Yesus mau menyebut kita sebagai sahabat, bukan lagi hamba (Yoh15:15). Tetapi, apakah kita mau bersahabat dengan-Nya? Apakah kita mau menjadi sahabat yang menyenangkan hati-Nya?

TAK AKAN ADA PERSAHABATAN TANPA RASA PERCAYA, DAN TAK ADA RASA PERCAYA TANPA INTEGRITAS

 

Sudahkah saudara percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi yang mengampuni dosa-dosa saudara?

Renungan Harian

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s